Perguruan tinggi yang menerima lulusan SMK 2022

Perguruan tinggi yang menerima lulusan SMK – Apakah ada universitas yang menerima lulusan sekolah kejuruan? Tentu saja ada. Pertanyaan seperti ini terlalu pesimis. Pasalnya, anak SMK sebenarnya tidak sebatas masuk perguruan tinggi di kampus manapun. Alih-alih bertanya apakah lulusan sekolah kejuruan dapat kuliah, mari kita ubah pertanyaan: apakah anda ingin kuliah setelah lulus dari sekolah kejuruan ?

Di mana belajar setelah lulus dari SMK?

Tentu saja, lulusan kejuruan bisa kuliah. Jika Anda ingin pergi ke perguruan tinggi, sungguh, Anda. Pada dasarnya, anak-anak kejuruan dan sekolah menengah dapat melanjutkan studi mereka setelah lulus dari sekolah.

Masalah muncul ketika kampus yang Anda pilih adalah Universitas Negeri. Sebagai siswa SMP, seberapa matang persiapan Anda untuk lolos ke UTBK-SBMPTN? Dalam hal ini, siswa SMA lebih unggul karena pelajaran di sekolah selama tiga tahun telah membantu mereka mempersiapkan diri untuk UTBK-SBMPTN. Sementara itu, Anda yang merupakan anak SMK lebih banyak berjuang dengan praktik mata pelajaran yang produktif. Daripada bertanya apakah SMK bisa kuliah, kenapa tidak lebih baik kamu mengalokasikan waktu khusus untuk belajar materi UTBK secara mandiri?

Selain UTBK-SNMPTN, Anda bisa masuk PTN melalui SNMPTN. Untuk mengetahui perguruan tinggi mana yang menerima SNMPTN SMK sekolahmu, Anda bisa bertanya kepada wali kelas, Guru BK, atau guru favorit Anda.

Apakah Anda benar – benar harus mengikuti SNMPTN atau SBMPTN untuk belajar di PTN? Tidak,. Anda dapat berpartisipasi dalam seleksi independen di kampus target masing-masing, termasuk di kampus swasta. Jalur PTS dan PTN independen untuk lulusan kejuruan terbuka lebar untuk anda!

Sejauh ini belum ada pembatasan jatah penerimaan SMK di PTN. Di sana, perguruan tinggi negeri memiliki kapasitas terbatas untuk Siswa Baru di jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri-bukan asal sekolah calon siswa. Sedangkan di perguruan tinggi swasta, asal usul calon siswa SMK atau SMA juga bukan penentu utama.

Apa Jurusan Kuliah Siswa SMA?

Oke, Anda dengan tegas memutuskan untuk terus belajar setelah lulus dari sekolah kejuruan. Tapi apa yang Anda ingin pergi ke perguruan tinggi di,? Sama seperti kuliah, jangan sampai Anda mengajukan pertanyaan yang kurang tepat seperti, ” lulusan SMK bisa belajar jurusan apa saja?”Jika ini adalah pertanyaan Anda, Jawabannya adalah banyak, Anda. Alasannya adalah bahwa anak-anak sekolah kejuruan dapat belajar di Jurusan mana pun yang mereka inginkan.

Jika Anda ingin menjadi linier, jurusan perguruan tinggi untuk anak-anak sekolah kejuruan tidak jauh dari jurusan yang mereka ambil selama sekolah. Misalnya, lulusan tkj jurusan apa? Biasanya anak TKJ memilih untuk melanjutkan studi di bidang Teknik Informatika atau Ilmu Komputer. Jika Anda lulus dari konstruksi bangunan, sanitasi, dan pemeliharaan, mungkin belajar teknik sipil akan membuat Anda merasa di rumah. Demikian pula, jika Anda seorang asisten perawat anak. Keperawatan adalah pilihan linier dengan jurusan sekolah Anda.

Desain animasi dan Komunikasi Visual bisa menjadi pilihan linear jurusan kuliah bagi anda yang belajar di kedua jurusan tersebut. Baru-baru ini, Jurusan Bisnis Digital telah dibuka di beberapa kampus negeri dan swasta, seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, atau Institut Teknologi Telkom Purwokerto. Jurusan bisnis digital adalah pilihan linier jurusan perguruan tinggi untuk anak-anak sekolah kejuruan bisnis online dan pemasaran. Rekomendasi untuk jurusan perguruan tinggi untuk lebih banyak anak sekolah kejuruan dapat dibaca di artikel ini.

Bagaimana jika Anda merasa berada di sekolah yang salah? Misalnya, dari jurusan kuliner di SMK, Dapatkah Anda melanjutkan studi Teknik Informatika? Dengan kata lain, bisakah SMK belajar jurusan yang berbeda? Tentu saja anda bisa, Anda. Tapi masalah sebenarnya bukan apakah atau tidak untuk belajar besar yang berbeda. Tidak apa – apa, Anda belajar di Jurusan  yang berbeda dari jurusan Anda di sekolah kejuruan selama Anda dapat lulus seleksi untuk memasuki Jurusan – dan dapat lulus kuliah, tentu saja.

Jika Anda menginginkan alternatif yang lebih menyenangkan, rencanakan terlebih dahulu kursus apa yang ingin Anda pelajari, anda. Baru – baru ini, Jurusan sekolah Anda mengikutinya. Misalnya, Anda ingin belajar di Jurusan Teknologi Pertanian, kemudian memilih jurusan SMK agribisnis produk pertanian. Metode ini sangat jarang diterapkan pula, sehingga masih banyak yang bingung tentang lulusan SMK bisa belajar jurusan apa saja. Eitts, Bukankah kau juga,?

Pengertian KBM dan Faktor yang Mempengaruhinya, Simak Yuk!

Apabila dikaitkan dengan konteks pendidikan, KBM merupakan singkatan yang sering disebut dan disangkutpautkan dengan kegiatan di sekolah. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan KBM?

Pengertian KBM
Kepanjangan dari KBM itu sendiri adalah Kegiatan Belajar Mengajar, yang pada praktiknya kegiatan ini dilakukan oleh guru dengan murid untuk membangun interaksi yang bersifat memengaruhi dan dipengaruhi, seperti dijelaskan pada artikel ilmiah berjudul Meningkatkan Mutu Belajar Siswa Pembelajaran E-Learning.

Mengutip buku berjudul Dinamika Guru dan Gaya Belajar oleh Waryani, KBM terdiri dari dua kegiatan, yaitu belajar dan mengajar. Kegiatan belajar mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan murid dalam mempelajari materi yang disampaikan oleh guru. Perilaku seperti disiplin, mandiri, aktif, dan semangat dalam belajar, dapat berpengaruh pada keefektifan proses pembelajaran.

Baca Juga : Batas Cek Skor UTBK 2022 & Unduh Sertifikat hingga 31 Juli, Jangan Terlewat!

Sedangkan kegiatan mengajar mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan pengajaran guru, seperti apa-apa yang disampaikan dan bagaimana cara menyampaikannya. Begitu juga dengan guru, perilaku seperti, mengajar dengan jelas dan asyik, memiliki metode mengajar yang bermacam-macam, serta memperdaya murid untuk bersemangat dan aktif dalam belajar, juga akan mempengaruhi keefektifan proses pembelajaran.

Faktor yang Mempengaruhi Pemahaman dalam KBM

KBM berkaitan erat dengan bagaimana metode belajar-mengajar yang dilakukan oleh murid dan guru dapat bekerja dengan baik.

Faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan proses KBM berada pada guru dan murid itu sendiri, salah satunya adalah perilaku guru dan murid. Perilaku kedua subyek dalam proses kegiatan ini dapat mempengaruhi keefektifan proses pembelajaran.

Seperti dijelaskan dalam buku Media Pembelajaran PAI oleh Masrur Huda, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi pemahaman, di antaranya:

Tujuan
Tujuan menjadi sasaran yang akan dicapai dalam proses KBM. Tujuan yang telah dirancang sedemikian rupa akan mempengaruhi proses KBM bagi guru dan murid. Tujuan yang dimaksud di sini adalah Tujuan Instruksional Khusus (TIK) yang mengacu pada Tujuan Instruksional Umum (TIU).

Hendaknya guru menyesuaikan dengan situasi dan kondisi murid dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Guru
Guru merupakan tenaga pendidik yang bertugas memberikan dan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada murid. Maka dari itu, hal-hal yang berkaitan dengan pengajaran oleh guru juga akan mempengaruhi pemahaman murid.

Peserta didik
Peserta didik atau murid adalah orang yang secara sengaja menerima pengajaran dan belajar bersama teman sebayanya. Setiap murid memiliki karakter dan latar belakang serta minat dan bakat yang berbeda-beda, hal ini juga akan mempengaruhi pemahaman mereka dalam belajar.

Kegiatan Pengajaran
Kegiatan pengajaran merupakan kegiatan berupa interaksi antara murid dan guru dalam KBM. Kegiatan ini mencakup suasana yang dapat mempengaruhi saat KBM berlangsung, seperti kelas dengan keadaan yang gaduh atau kelas dengan keadaan yang tenang, keduanya akan memiliki hasil KBM yang berbeda. Tidak hanya suasana, alat (media) dan cara pengajaran juga berperan dalam kegiatan pengajaran.

Salah satu cara melihat keefektifan KBM, yaitu hasil belajar atau prestasi murid. Namun hal tersebut masih merupakan satu dari sekian banyak cara untuk memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan dengan efektif.

5 Orang Ini Punya Gelar Akademik Terbanyak, Ada yang Masuk MURI!

Bagi beberapa orang, belajar merupakan kegiatan yang menyenangkan. Tak heran kalau ada orang yang hobi belajar hingga bisa memiliki deretan gelar akademik di belakang namanya.
Bisa menempuh pendidikan di bangku kuliah bukanlah perkara mudah. Banyak tenaga, waktu dan biaya yang harus dikerahkan demi bisa menyandang gelar sarjana. Tapi ternyata banyak juga yang ketagihan belajar sampai bisa mengoleksi gelar akademik.

Seperti Welin Kusuma yang memiliki 32 gelar akademik, kemudian ada juga Achmad Tarmizi yang punya 11 gelar akademik dan 72 gelar non-akademik sehingga menjadikannya tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

Baca Juga : 6 Universitas di Indonesia dengan Rumah Sakit Sendiri, Kamu Incar yang Mana?

Berikut beberapa orang yang memiliki gelar akademik terbanyak di Indonesia:
1. Achmad Tarmizi, 11 gelar akademik dan 72 gelar non akademik
Dilansir dari situs resmi Kabupaten OKU (27/6) Achmad Tarmizi saat ini berprofesi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Ia adalah pejabat pemerintah yang memiliki gelar terbanyak. Saat ini Achmad Tarmizi menyandang 11 gelar akademik dan 72 gelar non-akademik. Total ia memiliki 83 gelar.

Dengan gelarnya ini, ia dinobatkan sebagai orang dengan gelar terbanyak di Indonesia. Bahkan namanya tercatat dalam MURI sebagai Sekretaris Daerah yang memiliki gelar terbanyak.

Untuk bisa mendapatkan gelar sebanyak ini tentu tidak mudah. Achmad Tarmizi mengikuti seluruh kegiatan belajar karena ia sangat mencintai dunia pendidikan. Prosesnya pun diakui sangat sulit dan ketat.

Gelar lengkap yang diperoleh adalah Dr. Drs. Ir. H. Achmad Tarmizi, SE, SH, ST, MT, M.Si, MH, M.Pd, Ph.D (HC), CH, CHt, CHA, NNLP Pract, M.NNLP, CT.NNLP, CPHCM, HCBP, HCMP, CNHRP, CNPSP, CT.NPS, CHMP, CT.HM, CHLP, CT.HL, CHSP, CT.HS, CNSPP, CT.NSP, CNBLP, CT.NBL, CNSHP, CT.NSH, CNSCP, CT.NSC, CHPP, CT.HP, CNTP, CNICP, CT.NIC, CRBC, AWP, QWP, CTOT, CHRMP, C.SH, IPU, C. STMNI. Int’l, CPS, CPSP, CLA, C.PW, CSHWP, C.IB, CTAP, RFP, CPR, C.MARCOM, C.HRD, C.NLMOR, C.FH., CMFH, C.MMI., CT.MMI, CT-ALC, C.MGR, CSS.ALC, C.Pst, C.Ext, C.Hs, C.IT, C.AT, C.ME, C.Spk, C.CC, C.LA-ALC, C.LSc, CRBD, CT.NHT, CT.NHR, ASEAN Eng.

Karena terlalu panjang, Achmad Tarmizi biasanya hanya mencantumkan 11 gelarnya saja. Ia pun hafal dan bisa menuliskan namanya lengkap dengan gelarnya.

2. Yenita, 13 gelar akademik
Perempuan bernama Yenita juga menjadi orang dengan gelar terbanyak di Indonesia. Yenita berhasil meraih 13 gelar akademik yang ia dapatkan dari berbagai kampus ternama di Indonesia.

Yenita saat ini berprofesi sebagai dosen jurusan Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara (Untar). Dari 13 gelar ini, secara rinci Yenita meraih satu gelar sarjana, 10 gelar master dan dua gelar doktor.

Pada 2019 lalu, Yenita memperoleh rekor sebagai Perempuan dengan Gelar Master Terbanyak. Dari beberapa gelar tersebut, terdapat tiga gelar yang dinyatakan lulus dengan IPK 4 atau sempurna, sembilan gelar memperoleh cumlaude, dan enam kali menjadi lulusan terbaik.

Secara lengkap, gelar yang diperolehnya adalah Dr. Dr. Yenita, S.E., M.M., M.B.A., M.Si., M.T., M.H., M.Pd., M.Ak., M.E., M.I.Kom., M.M.S.I.

3. Welin Kusuma, 32 gelar akademik
Welin Kusuma juga termasuk orang yang terkenal memiliki gelar akademik terbanyak di Indonesia. Dilansir dari situs resmi UT (27/6) pria yang kini berusia 41 tahun ini tercatat memiliki 32 gelar akademik.

Welin punya hobi unik yakni belajar. Hobi ini yang mengantarkannya menjadi orang dengan gelar terbanyak di Indonesia. Selama menempuh pendidikan, Welin mengaku menggunakan biaya sendiri dan ada beberapa yang dibiayai beasiswa.

Gelar lengkap yang diperolehnya adalah Welin Kusuma, ST, SE, S.Sos., SH., S.Kom., SS., S.AP, S.Stat., S.Akt, S.IKom., S.IP, M.T., M.SM., M.Kn., RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, Aff.WM, BKP, QWP, CPHR, ICPM, AEPP, CBA, CMA, CPMA, CIBA, CBV, CERA, CSA, ACPA.

4. Franz Astani, 11 gelar akademik
Orang selanjutnya yang juga hobi belajar dan mengoleksi gelar akademik adalah Franz Astani. Ia memiliki 11 gelar akademik dari berbagai disiplin ilmu. Dari gelar akademik yang dimiliki ini ia juga pernah meraih rekor MURI pada 2005 lalu untuk kategori gelar terpanjang di Indonesia.

Kini Franz Astani berprofesi sebagai Notaris dan PPAT dengan gelar terbanyak. Sebelumnya, Ia juga sempat mencalonkan diri sebagai Rektor dari Universitas Indonesia pada tahun 2012 dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila. Gelar lengkap yang diperolehnya adalah Dr. Dr. Ir Franz Astani, SH, SpN, M.Kn, SE, MBA, MM, M.Si, CPM.

5. Mochamad Achsin, 14 gelar akademik
Mochamad Achsin adalah seorang dosen Universitas Brawijaya dengan gelar terbanyak. Saat ini ia memiliki 14 gelar akademik yang tentu saja diraihnya dengan perjuangan yang berat.

Achsin berhasil memperoleh delapan gelar akademik dan tiga gelar profesi. Ia merupakan seorang dosen ekonomi di Universitas Brawijaya Malang. Saat ini, Achsin masih aktif di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Malang.

Adapun gelar lengkap yang diperolehnya adalah Dr. Dr. Mochammad Achsin SE, SH, MM, M.Kn, M. Ec. Dev, M.Si, Ak, CA, CPA. Seluruh gelar tersebut berhasil diperoleh melalui tiga universitas, yaitu Universitas Brawijaya, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Muhammadiyah Malang.

5 Jurusan Kuliah dengan Prospek Kerja Berpenghasilan Miliaran Rupiah

Prospek kerja dengan gaji yang fantastis tentu menjadi harapan para wisudawan yang baru lulus kuliah. Dikutip dari laporan CNBC Indonesia, ada lima jurusan kuliah yang berpeluang mendapatkan gaji tinggi hingga miliaran Rupiah per bulannya.
Besarnya gaji yang diterima berdasarkan survei dari Bankrate pada 2 juta penduduk Amerika Serikat dan analisis atas U.S. Census Bureau’s American Community. Ini dia lima jurusan dengan gaji yang bisa bikin kamu tajir.

Baca Juga : Menag Berharap PTKIN Bisa Jadi Destinasi Pilihan Melanjutkan Pendidikan Tinggi

1. Arsitektur
Jurusan arsitektur berpeluang mendapatkan gaji tinggi. Profesi ini menciptakan ruang untuk kebutuhan manusia. Desan dan rancangan seorang arsitek memiliki kegunaan, kokoh dan indah. Kisaran

Kisaran peluang gaji per tahun yang akan didapatkan oleh jurusan Arsitektur yaitu sebesar Rp 1,28 miliar atau setara dengan USD 90.000. Salah satu contoh arsitek yang berhasil yakni Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang lulus dari ITB.

Selain ITB, jurusan arsitektur juga ditemukan di Universitas Indonesia (UI), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Diponegoro (Undip), dan lain-lainnya.

2. Teknik Dirgantara
Dikutip dari situs resmi Institut Teknologi Bandung (ITB), Teknik Dirgantara membahas Aeronotika dan Astronautika. jurusan Teknik Dirgantara juga kerap disebut sebagai jurusan dengan peluang gaji yang tinggi.

Besaran peluang gaji jurusan Teknik Dirgantara per tahunnya mencapai Rp 1,42 miliar atau setara dengan USD 100.000. Jurusan ini dapat dijumpai di ITB, Politeknik Negeri Bandung, dan universitas lainnya.

3. Ilmu dan Teknologi Transportasi
Ketiga, jurusan dengan peluang gaji yakni Ilmu dan Teknologi Transportasi. Jurusan ini mempelajari tentang tata cara mengelola transportasi, baik itu transportasi darat, laut, maupun udara.

Besaran peluang gaji yang akan diterima per tahunnya bagi jurusan Ilmu dan Teknologi Transportasi yaitu Rp 1,22 miliar atau setara dengan USD 86.000. Salah satu kampus yang memiliki jurusan Ilmu Teknologi dan Transportasi yaitu Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisakti.

4. Jasa Konstruksi
Jurusan Jasa Konstruksi merupakan jurusan khusus untuk kalian yang memiliki minat di bidang desain bangunan dan konstruksi. Biasanya, mereka yang memilih jurusan ini memiliki dasar yang kuat di bidang matematika, menggambar dan sejarah.

Kisaran peluang gaji per tahun yang akan didapatkan oleh jurusan Jasa Konstruksi yaitu Rp 1,13 miliar atau setara dengan USD 80.000. Jurusan Jasa Konstruksi dapat dijumpai di ITS, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), dan lain sebagainya.

5. Teknik Komputer
Teknik Komputer merupakan jurusan yang berfokus pada pengetahuan akan software dan programming. Baik dalam bentuk web ataupun mobile. Jurusan Teknik Komputer ini juga identik dengan computer programming.

Besaran peluang gaji jurusan teknik komputer per tahunnya sebesar Rp 1,43 miliar atau setara dengan USD 101.000.

Beberapa universitas yang memiliki jurusan Teknik Komputer yaitu Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya (UB), Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), dan masih banyak lagi.

Cara Cek Hasil PPDB Jabar 2022 Tahap 1, Diumumkan Jam 14.00 Hari Ini

Hasil penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB Jabar 2022 tahap I akan diumumkan hari ini, Senin (20/6/2022). Saat ini menu Hasil Seleksi pada portal PPDB Jabar masih ditutup.
“Hasil seleksi PPDB Jabar Tahap 1 akan diumumkan pada hari Senin, 20 Juni 2022 pukul 14.00 WIB,” bunyi pengumuman pada situs ppdb.disdik.jabarprov.go.id

Pengumuman tahap pertama diperuntukkan untuk jenjang SMA-SMK jalur afirmasi, pindah tugas, prestasi nilai rapor, dan prestasi ajang lomba. Tahap ini juga untuk jenjang SMK prioritas terdekat, persiapan kelas industri, serta jenjang SLB.

Baca Juga : Erick Thohir : Universitas Diharapkan Jadi Think Thank Berinovasi

Cara Cek Hasil PPDB Jabar 2022 Tahap 1
Pengumuman hasil seleksi dapat dicek di sekolah tujuan atau situs PPDB Jabar 2022. Caranya adalah sebagai berikut:

1. Buka laman https://ppdb.disdik.jabarprov.go.id/
2. Pilih wilayah tujuan PPDB pada menu Beranda
3. Setelah sampai pada laman Cadisdik yang dituju, pilih menu Hasil Seleksi
“Kalian bisa mengambil hasil pengumumannya ke sekolah tujuan (sekolah tempat mendaftar) atau bisa dilihat di website PPDB di https://ppdb.disdik.jabarprov.go.id,” tulis akun Disdik Jabar dalam akun Instagram resminya, dikutip Senin (20/6/2022).

Selain itu, pengumuman PPDB Jabar 2022 tahap 1 dapat dicek melalui akun siswa. Jika selanjutnya calon siswa baru dinyatakan diterima, maka beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan adalah bentuk asli sekaligus fotokopi kelengkapan identitas.

Dokumen identitas ini meliputi Kartu Keluarga, bukti pendaftaran, dan lainnya. Di samping itu, calon murid baru yang bersangkutan juga perlu mencari informasi lebih lanjut di sekolah yang dilamar.

“Siapkan berkas berkas asli dan fotocopy seperti KK, bukti pendaftaran dan lain lain, info lebih lanjut oleh sekolah tujuannya, ” ungkap akun Disdik Jabar merespons pertanyaan netizen.

Berikutnya, tahap kedua PPDB Jabar 2022 akan dilakukan tanggal 23-30 Juni 2022. Pada tahap yang kedua ini akan dibuka jalur zonasi jenjang SMA dan jalur prestasi nilai rapor umum SMK.

Memilih Sekolah yang Tepat, Bukan yang Terbaik

Sekolah adalah jembatan perubahan. Melalui pendidikan, anak akan belajar banyak hal. Bukan hanya perkara pengetahuan dan keterampilan, pendidikan juga akan berpengaruh pada pembentukan mindset (pola pikir) dan terciptanya networking. Secara langsung atau tidak, hal ini akan berpengaruh pada masa depan anak.

Menjelang tahun ajaran baru seperti saat ini, orangtua sibuk memilih sekolah buat anaknya. Setiap orangtua pasti memiliki keinginan untuk selalu memberikan yang terbaik buat anaknya, termasuk perkara pendidikan. Kita semua sepakat, pendidikan itu penting. Hanya saja memilih sekolah itu gampang-gampang susah.

Baca Juga : Sekolah Swasta atau Negeri? Mana yang Lebih Baik?

Di negara kita ada begitu banyak sekolah, dan tentu saja sekolah-sekolah itu memiliki kualitas yang berbeda-beda. Lihat saja dari sisi biaya, ada sekolah yang gratis, ada juga yang biayanya puluhan sampai ratusan juta. Dan bagi sebagian besar masyarakat, faktor biaya masih menjadi entry barrier dalam memilih sekolah.
Kita sama-sama paham, sekolah yang bagus itu cenderung mahal. Karena untuk membangun gedung yang megah dan menyediakan fasilitas super lengkap serta membayar guru-guru profesional dibutuhkan biaya yang tinggi. Konsekuensinya bagi sekolah swasta, biaya-biaya tersebut, sebagian atau sepenuhnya, harus ditanggung orangtua siswa.

Terkecoh

Orangtua sering terkecoh dengan kriteria sekolah terbaik. Sejauh ini, sekolah terbaik sering kali dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat akademis. Peringkat akreditasi. Lulusan yang berhasil lolos PTN. Atau berbagai prestasi akademis lainnya. Kita lupa, seharusnya yang menjadi indikator kualitas sekolah adalah sejauh mana ia mampu mengubah peserta didik menjadi lebih baik.

Harus ada perbedaan yang signifikan antara kondisi awal peserta didik (input) dan kondisi setelah mengikuti proses pendidikan (output). Kalau ada sekolah favorit, yang masuknya saja harus melalui seleksi yang ketat, rasanya biasa-biasa saja kalau kemudian siswa-siswinya berprestasi, alumninya lolos masuk ke berbagai PTN. Kan input-nya juga sudah berkualitas? Para guru tidak butuh effort yang besar.

Ada dua teori belajar yang paling banyak digunakan. Pertama, teori yang memandang bahwa pada dasarnya setiap anak memiliki potensi. Maka fungsi pendidikan memfasilitasi tumbuh kembang potensi tersebut dengan optimal. Teori kedua menekankan pada perubahan perilaku; kompetensi apa yang harus dimiliki siswa setelah menjalani serangkaian pendidikan. Kalau pada teori pertama guru berperan menuntun mengoptimalkan potensi anak, sedangkan pada teori kedua guru berperan mengisi. Keduanya baik, meski masing-masing tetap memiliki kekurangan dan kelebihan

Pendidikan dapat dianalogikan seperti kegiatan cocok tanam. Kalau bibitnya berasal dari varietas unggul, ditanam di tanah yang subur, kemudian ditangani petani profesional, kita bisa menebak, hasilnya akan optimal. Namun setiap tanaman memiliki karakteristik yang berbeda. Ada tanaman yang tumbuh subur ditempat kering, ada juga yang butuh banyak air. Ada tanaman yang cocok di dataran tinggi, ada yang justru butuh dataran rendah. Adanya perbedaan karakteristik meniscayakan perlakuan berbeda pula.

Begitupun dalam pendidikan. Keberhasilan pendidikan dipengaruhi tiga variabel, yakni anak didik, sekolah, dan guru. Setiap anak merupakan pribadi yang unik. Memiliki karakteristik, minat, dan bakat yang berbeda. Potensinya pun berbeda. Jangankan dengan teman sekelasnya, dengan saudara kandungnya saja berbeda. Kalau kita merujuk pada teori multiple intelegence (kecerdasan majemuk), setiap anak pada dasarnya cerdas. Setidaknya ia memiliki satu dari delapan kecerdasan.

Sekolah dalam artian lingkungan maupun sistem harus mampu menjadi ekosistem yang subur untuk tumbuh kembang potensi anak. Tidak ada diskriminasi terhadap kecerdasan. Selanjutnya, bisa jadi ini merupakan faktor terpenting, adalah guru. Peran guru sangat penting karena ia adalah ujung tombak yang berinteraksi langsung dengan anak. Guru perlu menyadari sepenuhnya bahwa profesinya berbeda dengan profesi lain. Bahwa dalam pendidikan anak adalah objek sekaligus subjek.

Apapun pendekatan belajar yang digunakan, keberhasilan pendidikan dimulai dari kejelian guru dan orangtua dalam mengenal potensi anak. Potensi yang berbeda akan menuntut treatment yang berbeda. Perlakuan yang tepat akan membuat potensi anak tumbuh dan berkembang. Karena anak lebih antusias dan gembira dalam mengikuti pembelajaran. Di tangan guru kreatif kekurangan fasilitas akan mudah diatasi.

Sesuai Potensi

Saya teringat film yang sangat inspiratif, Beyond the Blackboard. Film yang dirilis pada 2011 ini diangkat dari kisah nyata Stacey Bess. Menceritakan tentang perjuangan ketulusan seorang wanita yang direkrut menjadi guru di tempat penampungan warga Amerika yang homeless. Situasi sekolah yang sama sekali tidak ideal. Tidak ada fasilitas untuk belajar. Anak-anak yang juga sangat liar. Namun dengan ketulusannya dan dedikasinya ia membenahi sendiri tempat tersebut dengan apapun yang ia punya. Ia bisa mengambil hati satu per satu anak maupun orangtua. Perlahan ia mengubah segalanya.

Sekolah yang tepat adalah sekolah yang paling sesuai dengan karakteristik dan potensi anak. Bisa jadi ia tidak memiliki julukan sekolah terbaik atau favorit. Ia hanya sekolah dengan bangunan sederhana yang berdiri di pinggir kota. Namun dengan guru-guru yang penuh ketulusan dan dedikasi, ia mampu menggali dan memfasilitasi tumbuh kembang potensi anak. Sekolah yang mampu menghadirkan pendidikan esensial, bukan eksistensial.