Perguruan tinggi yang menerima lulusan SMK 2022

Perguruan tinggi yang menerima lulusan SMK – Apakah ada universitas yang menerima lulusan sekolah kejuruan? Tentu saja ada. Pertanyaan seperti ini terlalu pesimis. Pasalnya, anak SMK sebenarnya tidak sebatas masuk perguruan tinggi di kampus manapun. Alih-alih bertanya apakah lulusan sekolah kejuruan dapat kuliah, mari kita ubah pertanyaan: apakah anda ingin kuliah setelah lulus dari sekolah kejuruan ?

Di mana belajar setelah lulus dari SMK?

Tentu saja, lulusan kejuruan bisa kuliah. Jika Anda ingin pergi ke perguruan tinggi, sungguh, Anda. Pada dasarnya, anak-anak kejuruan dan sekolah menengah dapat melanjutkan studi mereka setelah lulus dari sekolah.

Masalah muncul ketika kampus yang Anda pilih adalah Universitas Negeri. Sebagai siswa SMP, seberapa matang persiapan Anda untuk lolos ke UTBK-SBMPTN? Dalam hal ini, siswa SMA lebih unggul karena pelajaran di sekolah selama tiga tahun telah membantu mereka mempersiapkan diri untuk UTBK-SBMPTN. Sementara itu, Anda yang merupakan anak SMK lebih banyak berjuang dengan praktik mata pelajaran yang produktif. Daripada bertanya apakah SMK bisa kuliah, kenapa tidak lebih baik kamu mengalokasikan waktu khusus untuk belajar materi UTBK secara mandiri?

Selain UTBK-SNMPTN, Anda bisa masuk PTN melalui SNMPTN. Untuk mengetahui perguruan tinggi mana yang menerima SNMPTN SMK sekolahmu, Anda bisa bertanya kepada wali kelas, Guru BK, atau guru favorit Anda.

Apakah Anda benar – benar harus mengikuti SNMPTN atau SBMPTN untuk belajar di PTN? Tidak,. Anda dapat berpartisipasi dalam seleksi independen di kampus target masing-masing, termasuk di kampus swasta. Jalur PTS dan PTN independen untuk lulusan kejuruan terbuka lebar untuk anda!

Sejauh ini belum ada pembatasan jatah penerimaan SMK di PTN. Di sana, perguruan tinggi negeri memiliki kapasitas terbatas untuk Siswa Baru di jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri-bukan asal sekolah calon siswa. Sedangkan di perguruan tinggi swasta, asal usul calon siswa SMK atau SMA juga bukan penentu utama.

Apa Jurusan Kuliah Siswa SMA?

Oke, Anda dengan tegas memutuskan untuk terus belajar setelah lulus dari sekolah kejuruan. Tapi apa yang Anda ingin pergi ke perguruan tinggi di,? Sama seperti kuliah, jangan sampai Anda mengajukan pertanyaan yang kurang tepat seperti, ” lulusan SMK bisa belajar jurusan apa saja?”Jika ini adalah pertanyaan Anda, Jawabannya adalah banyak, Anda. Alasannya adalah bahwa anak-anak sekolah kejuruan dapat belajar di Jurusan mana pun yang mereka inginkan.

Jika Anda ingin menjadi linier, jurusan perguruan tinggi untuk anak-anak sekolah kejuruan tidak jauh dari jurusan yang mereka ambil selama sekolah. Misalnya, lulusan tkj jurusan apa? Biasanya anak TKJ memilih untuk melanjutkan studi di bidang Teknik Informatika atau Ilmu Komputer. Jika Anda lulus dari konstruksi bangunan, sanitasi, dan pemeliharaan, mungkin belajar teknik sipil akan membuat Anda merasa di rumah. Demikian pula, jika Anda seorang asisten perawat anak. Keperawatan adalah pilihan linier dengan jurusan sekolah Anda.

Desain animasi dan Komunikasi Visual bisa menjadi pilihan linear jurusan kuliah bagi anda yang belajar di kedua jurusan tersebut. Baru-baru ini, Jurusan Bisnis Digital telah dibuka di beberapa kampus negeri dan swasta, seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, atau Institut Teknologi Telkom Purwokerto. Jurusan bisnis digital adalah pilihan linier jurusan perguruan tinggi untuk anak-anak sekolah kejuruan bisnis online dan pemasaran. Rekomendasi untuk jurusan perguruan tinggi untuk lebih banyak anak sekolah kejuruan dapat dibaca di artikel ini.

Bagaimana jika Anda merasa berada di sekolah yang salah? Misalnya, dari jurusan kuliner di SMK, Dapatkah Anda melanjutkan studi Teknik Informatika? Dengan kata lain, bisakah SMK belajar jurusan yang berbeda? Tentu saja anda bisa, Anda. Tapi masalah sebenarnya bukan apakah atau tidak untuk belajar besar yang berbeda. Tidak apa – apa, Anda belajar di Jurusan  yang berbeda dari jurusan Anda di sekolah kejuruan selama Anda dapat lulus seleksi untuk memasuki Jurusan – dan dapat lulus kuliah, tentu saja.

Jika Anda menginginkan alternatif yang lebih menyenangkan, rencanakan terlebih dahulu kursus apa yang ingin Anda pelajari, anda. Baru – baru ini, Jurusan sekolah Anda mengikutinya. Misalnya, Anda ingin belajar di Jurusan Teknologi Pertanian, kemudian memilih jurusan SMK agribisnis produk pertanian. Metode ini sangat jarang diterapkan pula, sehingga masih banyak yang bingung tentang lulusan SMK bisa belajar jurusan apa saja. Eitts, Bukankah kau juga,?

Menag Berharap PTKIN Bisa Jadi Destinasi Pilihan Melanjutkan Pendidikan Tinggi

Menteri Agama Republik Indonesia, Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan harapannya agar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) tidak hanya sekedar menjadi alternatif bagi pelajar, namun sebagai destinasi untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Indonesia. Perguruan tinggi ini juga diklaim mampu mencetak lulusan yang memiliki kredibilitas tinggi.
Dilansir dari situs resmi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) (16/6) Menteri Agama Yaqut Cholil mengakui bahwa tingkat ketertarikan pelajar pada PTKIN masih terbilang rendah. Hal ini disampaikan secara daring dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung saat pembukaan penyelenggaraan UM-PTKIN.

Baca Juga : Cara Cek Hasil PPDB Jabar 2022 Tahap 1, Diumumkan Jam 14.00 Hari Ini

“Saya mendengar dari pemaparan tadi, dari peserta yang mendaftar, hanya 40 persen berasal dari SMA yang mengikuti UM-PTKIN. Sisanya dari madrasah, aliyah dan pesantren. Jadi saya melihat PTKIN ini masih menjadi alternatif bukan destinasi. Kedepan, saya berharap lulusan SMA yang ikut PTKIN 80 persen. Dan asumsi saya akan menjadi destinasi bagi anak-anak kita melanjutkan pendidikannya,” ujar Yaqut Cholil Qoumas.

Penyelenggaraan UM-PTKIN dilaksanakan secara bersamaan oleh 58 PTKIN dan satu PTN mulai dari UIN, IAIN, dan STAIN di seluruh Indonesia. Proses UM-PTKIN dijadwalkan akan dilakukan serentak mulai 14-17 Juni 2022 mendatang.

Menag mendukung moderasi beragama dan kebangsaan menjadi bahan ujian karena hal itu sangat menarik dan penting menjadi jaminan bahwa calon mahasiswa akan lebih memahami beragama jalan tengah dan memahami wawasan kebangsaan.

“Saya juga mengapresiasi panitia yang membuat inovasi teknologi mengidentifikasi suara-suara dalam pelaksanaan UM-PTKIN, agar tidak terjadi kecurangan,” katanya.

Lebih lanjut Yaqut juga mengatakan kemajuan teknologi tidak bisa menolak dan berjalan mundur serta harus tetap melakukan sesuai sistem dan tingkatkan kemampuan.

“Hal ini memberikan jalan yang mudah bagi calon mahasiswa dan memiliki kesempatan yang sama untuk masuk PTKIN, sehingga kedepan PTKIN menjadi favorit dari perguruan tinggi lainnya,” ungkapnya.

Pertemuan secara online tersebut turut dihadiri oleh Dirjen Pendidikan Islam Depag RI. Sementara dari kampus IV UIN Sumut hadir Ketua Panitia Pelaksana UM-PTKIN yang juga Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Imam Taufik, Tenaga Ahli Menteri Agama Hasan Basri Sagalaa, Rektor UIN Sumut Prof Dr Syahrin Harahap MA, civitas akademika UIN Sumut, Kakanwil Kemenag Sumut Abd. Amri Siregar, MUI Sumut dan seluruh rektor UIN, IAIN dan STAIN se-Indonesia.

Rektor UIN Walisongo Semarang Prof Imam Taufik yang juga Ketua Panitia Pelaksana UM-PTKIN se-Indonesia menjelaskan bahwa kegiatan Sistem Seleksi Elektronik Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SSE UM-PTKIN) dilakukan secara online dari rumah masing-masing peserta dengan pengawasan dari panitia.

“Pengawas itu kita lakukan dengan inovasi dari sebelumnya. Tahun ini desain aplikasi yang modern dan aktivitasi oleh peserta, tampilan soal dan durasi yang khusus, edit foto, record audio, aplikasi satu unsur bisa memberikan teguran dua kali dan otomatis diskualifikasi,” jelas Prof Imam Taufik.

Diungkapkan juga bahwa tahun ini jumlah peminat yang mendaftar sebanyak 142.716 orang, sementara daya tampung seluruh Indonesia hanya 75.663 orang. Dari sini bisa disimpulkan bahwa peminat UM-PTKIN terbilang cukup besar.

Dalam kesempatan ini juga Rektor UIN Sumut Prof Dr Syahrin Harahap MA menyebutkan, jumlah kuota tahun 2022 ini sebanyak 6.006 untuk 5 jalur penerimaan mahasiswa baru. Rincian kapasitasnya antara lain Jalur UM-PTKIN : 2.016 orang untuk 31 Prodi , jalur SNMPTN : 612 orang, jalur SPAN PTKIN : 1.542 orang, jalur UTBK SBMPTN : 796 orang dan jalur UM Mandiri: 1.040 orang.

Setiap jalur masuk ini dilaksanakan dalam waktu yang berbeda. Sebut saja misalnya jalur SNMPTN dan jalur SPAN PTKIN sudah dilakukan dan sudah mendapatkan hasil. Sementara untuk jalur UTBK SBMPTN sedang menunggu hasil pengumuman dan terakhir jalur UM Mandiri baru akan dilaksanakan pada Juni – Agustus 2022.

Adapun jurusan prodi terfavorit yang menjadi pilihan calon mahasiswa antara lain Pendidikan Agama Islam, Perbankan Syariah , Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Ekonomi Islam dan Akuntansi Syariah. Proses pengumuman Kelulusan UM-PTKIN akan diumumkan pada 30 Juni 2022 mendatang.

“Peminat masuk UIN SU melalui UM-PTKIN semakin bertambah, dimana tahun lalu 10.600 menjadi 16.000 orang. Dan untuk tingkat lokal seperti biasanya kita akan menerima pendaftaran sekitar 8.000 orang dan tahun ini kita akan mendapat peminat sebanyak 22.000 orang,” kata Rektor UIN Sumatera Utara.

3 PTN Indonesia Masuk Daftar Kampus Akuntansi Terbaik

Lembaga pemeringkatan perguruan tinggi QS World University Rankings (WUR) by Subject 2022 telah merilis universitas terbaik di bidang Akuntansi.
Pemeringkatan dalam subject “Accounting and Finance” tersebut didasarkan pada lima komponen yakni reputasi akademik, reputasi di mata perekrut, kutipan penelitian per makalah, indeks-H, dan jaringan riset Internasional.

Dari hasil penilaian QS WUR by Subject “Accounting and Finance”, hanya ada tiga perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia yang berhasil masuk daftar.

Baca Juga : 7 Jurusan Ini Banyak Dibutuhkan Perusahaan, Digaji hingga Ratusan Juta

Ketiga PTN tersebut adalah Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada. Berikut ini daftar peringkatnya.

3 PTN Terbaik Bidang Akuntansi di Indonesia Versi QS WUR 2022:

1. Universitas Indonesia (UI)
Peringkat dunia bidang akuntansi: 151-200.

Program Studi S1 Akuntansi memiliki mahasiswa aktif kurang lebih 800 orang. Kurikulum prodi S1 Akuntansi sudah selaras dengan kebijakan Kampus Merdeka-Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Kemendikbud RI serta sudah menyesuaikan dengan International Education Standard oleh IAESB.

Prodi Sarjana Reguler Akuntansi UI memiliki Akreditasi A sesuai dengan Keputusan BAN-PT No. 4828/SK/BAN-PT/Ak-PPJ/S/VIII/2020 tanggal 25 Agustus 2020. Program Studi S1 Akuntansi juga telah dinilai kembali oleh Asean University Network (AUN) tahun 2020 dengan hasil Adequate As Expected.

2. Universitas Airlangga (Unair)
Peringkat dunia bidang akuntansi: 201-250

Unair memiliki Departemen Akuntansi yang menaungi tiga program studi yakni Program Studi Sarjana Akuntansi, Program Magister Akuntansi, dan Program Doktor Ilmu Akuntansi.

Departemen Akuntansi memiliki kurang lebih 50 tenaga pengajar penuh waktu, dengan 68 persen bergelar doktor dan 18,37 persen adalah Profesor.

Program Studi S1 Akuntansi telah disertifikasi oleh AUN-QA dan tiga program studi telah terakreditasi ABEST21 sejak Maret 2020.

3. Universitas Gadjah Mada (UGM)
Peringkat dunia bidang akuntansi: 201-250

Jurusan Akuntansi UGM memiliki kurikulum yang didesain dan dimutakhirkan secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di era teknologi informasi, termasuk keahlian dalam hal big data dan digital analytics.

Lulusan juga dibekali dengan softskills dan hardskills yang dilaksanakan dalam program yang terstruktur selama studi.

Jurusan Akuntansi UGM memiliki akreditasi dengan nilai A oleh BAN-PT dan akreditasi Internasional oleh AACSB untuk Sekolah Bisnis.

Nah, itulah 3 PTN Indonesia yang berhasil masuk daftar universitas terbaik versi QS WUR by Subject 2022 “Accounting and Finance”.

7 Jurusan Ini Banyak Dibutuhkan Perusahaan, Digaji hingga Ratusan Juta

World Economic Forum (WEF) telah melaporkan daftar profesi yang akan banyak dicari oleh perusahaan hingga tahun 2025. Banyak profesi yang dibutuhkan berasal dari jurusan kuliah yang bergerak di bidang sains, teknologi, hingga bisnis.
Berdasarkan WEF Forecast for Labour Market Evolution in 2020-2025 atau Prediksi Perkembangan Pasar Tenaga Kerja 2020-2025, terdapat beberapa jenis pekerjaan yang paling banyak dicari dan memiliki gaji yang fantastis.

Baca Juga : Jadwal Libur Panjang Kenaikan Kelas 2022, Mulai Kapan?

Bagi yang ingin mendaftar ke perguruan tinggi, jurusan di bawah ini bisa menjadi pertimbangan untuk karier di masa depan.

7 Jurusan yang Banyak Dibutuhkan Perusahaan dan Besaran Gajinya:

1. Teknik Perminyakan
Teknik Perminyakan salah satu jurusan yang dibutuhkan banyak perusahaan karena keahliannya untuk generasi mendatang. Jurusan ini ada di UPN Veteran Yogyakarta, Institut Teknologi dan Sains Bandung (ITSB), hingga Universitas Sriwijaya.

Dengan adanya kondisi pasar perminyakan sangat kompetitif, gaji untuk fresh graduate jurusan ini di Indonesia bisa mencapai Rp 20 juta. Bahkan di luar negeri, bisa mencapai sekitar puluhan juta rupiah untuk pengalaman yang tinggi.

2. Teknik Informatika
Dalam laporan WEF, keahlian lulusan Teknik Informatika untuk information security analyst, software and application developers, sampai internet of things specialist akan meningkat.

Maka dari itu, tidak heran jika posisi pengembang perangkat lunak atau software developer di Indonesia bisa memperoleh gaji sampai Rp 32 juta per bulan. Sedangkan di Amerika Serikat, bisa digaji hingga Rp 125 juta per bulan.

3. Komunikasi
Jurusan komunikasi juga banyak dibutuhkan di banyak perusahaan utamanya bidang industri kreatif seperti startup, e-commerce, dan media.

Seseorang yang sudah senior di bidang komunikasi akan mendapatkan gaji rata-rata sekitar Rp 10-20 juta per bulan di Indonesia. Sedangkan di Amerika, lulusan jurusan komunikasi bisa memperoleh gaji mencapai Rp 64 juta per bulan.

4. Sains Data
WEF menyebutkan ahli sains data bakal memiliki peluang yang oke dalam pasar tenaga kerja 2025. Jurusan kuliah mengenai bidang ini ada di Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Airlangga (Unair), hingga Binus University.

Menurut laman karier Indeed, profesi dalam bidang ini dapat menyentuh gaji sampai 1,7 miliar per tahun.

5. Administrasi Bisnis
Pada era digital, jurusan administrasi bisnis semakin banyak dibutuhkan oleh perusahaan. Jurusan ini bertanggung jawab terhadap pemasaran, keuangan, penjualan, dan manajemen.

Di Indonesia, seorang staf administrasi bisnis bisa digaji hingga Rp 5 juta. Gaji tersebut akan meningkat hingga puluhan juta rupiah sesuai dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki.

Sementara menurut data dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS, seorang pegawai di bidang bisnis berpengalaman bisa mendapat gaji tahunan rata-rata hampir Rp 1 miliar atau sekitar 80 juta per bulan.

6. Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan
Jurusan mengenai robotika dan kecerdasan buatan (AI) di Indonesia menjadi jurusan yang langka. Setidaknya ada Unair, Universitas Indonesia (UI), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang membuka jurusan mengenai bidang robotika dan AI.

Menurut Economic Research Institute, posisi AI bisa mengantarkan gaji sampai Rp 34 juta per bulan. Sementara di Amerika Serikat, gaji AI bisa menyentuh angka Rp 142 juta per bulan.

7. Pemasaran Digital
Dalam 3-5 tahun ke depan, banyak perusahaan akan terus membutuhkan keahlian pemasaran digital atau digital marketing.

Jurusan ini sudah cukup banyak diajarkan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia, misalnya di Binus University, Universitas Padjadjaran, Universitas Prasetya Mulya, dan lain sebagainya.

Berdasarkan Economic Research Institute dalam laman Salary Expert, posisi pemasaran digital di Indonesia bisa mengantongi sampai Rp 21 juta per bulan dan di Amerika Serikat bisa sampai Rp 83 juta per bulan.

Itulah 7 jurusan kuliah yang banyak dicari perusahaan beserta rincian gajinya.