Perguruan tinggi yang menerima lulusan SMK 2022

Perguruan tinggi yang menerima lulusan SMK – Apakah ada universitas yang menerima lulusan sekolah kejuruan? Tentu saja ada. Pertanyaan seperti ini terlalu pesimis. Pasalnya, anak SMK sebenarnya tidak sebatas masuk perguruan tinggi di kampus manapun. Alih-alih bertanya apakah lulusan sekolah kejuruan dapat kuliah, mari kita ubah pertanyaan: apakah anda ingin kuliah setelah lulus dari sekolah kejuruan ?

Di mana belajar setelah lulus dari SMK?

Tentu saja, lulusan kejuruan bisa kuliah. Jika Anda ingin pergi ke perguruan tinggi, sungguh, Anda. Pada dasarnya, anak-anak kejuruan dan sekolah menengah dapat melanjutkan studi mereka setelah lulus dari sekolah.

Masalah muncul ketika kampus yang Anda pilih adalah Universitas Negeri. Sebagai siswa SMP, seberapa matang persiapan Anda untuk lolos ke UTBK-SBMPTN? Dalam hal ini, siswa SMA lebih unggul karena pelajaran di sekolah selama tiga tahun telah membantu mereka mempersiapkan diri untuk UTBK-SBMPTN. Sementara itu, Anda yang merupakan anak SMK lebih banyak berjuang dengan praktik mata pelajaran yang produktif. Daripada bertanya apakah SMK bisa kuliah, kenapa tidak lebih baik kamu mengalokasikan waktu khusus untuk belajar materi UTBK secara mandiri?

Selain UTBK-SNMPTN, Anda bisa masuk PTN melalui SNMPTN. Untuk mengetahui perguruan tinggi mana yang menerima SNMPTN SMK sekolahmu, Anda bisa bertanya kepada wali kelas, Guru BK, atau guru favorit Anda.

Apakah Anda benar – benar harus mengikuti SNMPTN atau SBMPTN untuk belajar di PTN? Tidak,. Anda dapat berpartisipasi dalam seleksi independen di kampus target masing-masing, termasuk di kampus swasta. Jalur PTS dan PTN independen untuk lulusan kejuruan terbuka lebar untuk anda!

Sejauh ini belum ada pembatasan jatah penerimaan SMK di PTN. Di sana, perguruan tinggi negeri memiliki kapasitas terbatas untuk Siswa Baru di jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri-bukan asal sekolah calon siswa. Sedangkan di perguruan tinggi swasta, asal usul calon siswa SMK atau SMA juga bukan penentu utama.

Apa Jurusan Kuliah Siswa SMA?

Oke, Anda dengan tegas memutuskan untuk terus belajar setelah lulus dari sekolah kejuruan. Tapi apa yang Anda ingin pergi ke perguruan tinggi di,? Sama seperti kuliah, jangan sampai Anda mengajukan pertanyaan yang kurang tepat seperti, ” lulusan SMK bisa belajar jurusan apa saja?”Jika ini adalah pertanyaan Anda, Jawabannya adalah banyak, Anda. Alasannya adalah bahwa anak-anak sekolah kejuruan dapat belajar di Jurusan mana pun yang mereka inginkan.

Jika Anda ingin menjadi linier, jurusan perguruan tinggi untuk anak-anak sekolah kejuruan tidak jauh dari jurusan yang mereka ambil selama sekolah. Misalnya, lulusan tkj jurusan apa? Biasanya anak TKJ memilih untuk melanjutkan studi di bidang Teknik Informatika atau Ilmu Komputer. Jika Anda lulus dari konstruksi bangunan, sanitasi, dan pemeliharaan, mungkin belajar teknik sipil akan membuat Anda merasa di rumah. Demikian pula, jika Anda seorang asisten perawat anak. Keperawatan adalah pilihan linier dengan jurusan sekolah Anda.

Desain animasi dan Komunikasi Visual bisa menjadi pilihan linear jurusan kuliah bagi anda yang belajar di kedua jurusan tersebut. Baru-baru ini, Jurusan Bisnis Digital telah dibuka di beberapa kampus negeri dan swasta, seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, atau Institut Teknologi Telkom Purwokerto. Jurusan bisnis digital adalah pilihan linier jurusan perguruan tinggi untuk anak-anak sekolah kejuruan bisnis online dan pemasaran. Rekomendasi untuk jurusan perguruan tinggi untuk lebih banyak anak sekolah kejuruan dapat dibaca di artikel ini.

Bagaimana jika Anda merasa berada di sekolah yang salah? Misalnya, dari jurusan kuliner di SMK, Dapatkah Anda melanjutkan studi Teknik Informatika? Dengan kata lain, bisakah SMK belajar jurusan yang berbeda? Tentu saja anda bisa, Anda. Tapi masalah sebenarnya bukan apakah atau tidak untuk belajar besar yang berbeda. Tidak apa – apa, Anda belajar di Jurusan  yang berbeda dari jurusan Anda di sekolah kejuruan selama Anda dapat lulus seleksi untuk memasuki Jurusan – dan dapat lulus kuliah, tentu saja.

Jika Anda menginginkan alternatif yang lebih menyenangkan, rencanakan terlebih dahulu kursus apa yang ingin Anda pelajari, anda. Baru – baru ini, Jurusan sekolah Anda mengikutinya. Misalnya, Anda ingin belajar di Jurusan Teknologi Pertanian, kemudian memilih jurusan SMK agribisnis produk pertanian. Metode ini sangat jarang diterapkan pula, sehingga masih banyak yang bingung tentang lulusan SMK bisa belajar jurusan apa saja. Eitts, Bukankah kau juga,?

1.575 PPPK Guru Pemkab Bone Risau Belum Terima SK Pengangkatan

Sebanyak 1.575 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru di lingkup Pemkab Bone Sulawesi Selatan (Sulsel) risau karena belum ada kepastian pengangkatan. Mereka berharap segera ada kejelasan dari Pemkab.
“Saya lulus Oktober 2021, PPPK tahap 1. Namun hingga Juni ini belum ada kepastian SK kapan diterima,” ungkap salah seorang PPPK guru inisial HP, Senin, (27/6/2022).

Pada seleksi tahap I ada 983 orang, tahap kedua 593 orang dengan total 1.576 orang. Namun yang diusulkan untuk di SK-kan sebanyak 1.575 karena 1 orang dinyatakan meninggal.

Baca Juga : Pengertian KBM dan Faktor yang Mempengaruhinya, Simak Yuk!

“Daerah lain sudah terima yang tahap 1. Namun kita di Bone belum jelas nasibnya,” bebernya.

Akibat SK yang belum juga diberikan, pihaknya belum juga menerima gaji. Beruntung ada guru honorer yang sudah mendapat tunjangan sertifikasi sehingga sedikit terbantu.

“Selama 8 bulan kami hanya ikhlas mengajar tanpa gaji dan kami juga belum digaji dari Pemda karena SK kami belum ada,” tambahnya.

Sementara Kabid Pengadaan Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Bone Abd Rahman menuturkan, SK untuk seleksi tahap 1 dan 2 masih proses penetapan Nomor Identitas Pegawai (NIP) di BKN Provinsi Sulsel.

“Infonya kemarin sudah ada 1000 lebih yang sudah ada NIP-nya, yang lainnya sementara proses. Ada juga beberapa hasil monitoring teman-teman masih harus melengkapi berkas,” ucapnya.

Rahman menyebut untuk SK-nya nanti setelah rampung semua penetapan NIP baru diberikan SK-nya. Namun pihaknya mengupayakan untuk selesai tahun ini.

“Kita usahakan tahun ini SK-nya. Sedangkan untuk gajinya itu nanti berdasarkan Surat Pernyataan Menjalankan Tugas (SPMT), dan baru menerima honor setelah mereka mengabdi,” jelasnya.

Pengertian KBM dan Faktor yang Mempengaruhinya, Simak Yuk!

Apabila dikaitkan dengan konteks pendidikan, KBM merupakan singkatan yang sering disebut dan disangkutpautkan dengan kegiatan di sekolah. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan KBM?

Pengertian KBM
Kepanjangan dari KBM itu sendiri adalah Kegiatan Belajar Mengajar, yang pada praktiknya kegiatan ini dilakukan oleh guru dengan murid untuk membangun interaksi yang bersifat memengaruhi dan dipengaruhi, seperti dijelaskan pada artikel ilmiah berjudul Meningkatkan Mutu Belajar Siswa Pembelajaran E-Learning.

Mengutip buku berjudul Dinamika Guru dan Gaya Belajar oleh Waryani, KBM terdiri dari dua kegiatan, yaitu belajar dan mengajar. Kegiatan belajar mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan kegiatan murid dalam mempelajari materi yang disampaikan oleh guru. Perilaku seperti disiplin, mandiri, aktif, dan semangat dalam belajar, dapat berpengaruh pada keefektifan proses pembelajaran.

Baca Juga : Batas Cek Skor UTBK 2022 & Unduh Sertifikat hingga 31 Juli, Jangan Terlewat!

Sedangkan kegiatan mengajar mengacu pada hal-hal yang berhubungan dengan pengajaran guru, seperti apa-apa yang disampaikan dan bagaimana cara menyampaikannya. Begitu juga dengan guru, perilaku seperti, mengajar dengan jelas dan asyik, memiliki metode mengajar yang bermacam-macam, serta memperdaya murid untuk bersemangat dan aktif dalam belajar, juga akan mempengaruhi keefektifan proses pembelajaran.

Faktor yang Mempengaruhi Pemahaman dalam KBM

KBM berkaitan erat dengan bagaimana metode belajar-mengajar yang dilakukan oleh murid dan guru dapat bekerja dengan baik.

Faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan proses KBM berada pada guru dan murid itu sendiri, salah satunya adalah perilaku guru dan murid. Perilaku kedua subyek dalam proses kegiatan ini dapat mempengaruhi keefektifan proses pembelajaran.

Seperti dijelaskan dalam buku Media Pembelajaran PAI oleh Masrur Huda, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi pemahaman, di antaranya:

Tujuan
Tujuan menjadi sasaran yang akan dicapai dalam proses KBM. Tujuan yang telah dirancang sedemikian rupa akan mempengaruhi proses KBM bagi guru dan murid. Tujuan yang dimaksud di sini adalah Tujuan Instruksional Khusus (TIK) yang mengacu pada Tujuan Instruksional Umum (TIU).

Hendaknya guru menyesuaikan dengan situasi dan kondisi murid dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Guru
Guru merupakan tenaga pendidik yang bertugas memberikan dan mengajarkan ilmu pengetahuan kepada murid. Maka dari itu, hal-hal yang berkaitan dengan pengajaran oleh guru juga akan mempengaruhi pemahaman murid.

Peserta didik
Peserta didik atau murid adalah orang yang secara sengaja menerima pengajaran dan belajar bersama teman sebayanya. Setiap murid memiliki karakter dan latar belakang serta minat dan bakat yang berbeda-beda, hal ini juga akan mempengaruhi pemahaman mereka dalam belajar.

Kegiatan Pengajaran
Kegiatan pengajaran merupakan kegiatan berupa interaksi antara murid dan guru dalam KBM. Kegiatan ini mencakup suasana yang dapat mempengaruhi saat KBM berlangsung, seperti kelas dengan keadaan yang gaduh atau kelas dengan keadaan yang tenang, keduanya akan memiliki hasil KBM yang berbeda. Tidak hanya suasana, alat (media) dan cara pengajaran juga berperan dalam kegiatan pengajaran.

Salah satu cara melihat keefektifan KBM, yaitu hasil belajar atau prestasi murid. Namun hal tersebut masih merupakan satu dari sekian banyak cara untuk memastikan bahwa proses pembelajaran berjalan dengan efektif.

5 Orang Ini Punya Gelar Akademik Terbanyak, Ada yang Masuk MURI!

Bagi beberapa orang, belajar merupakan kegiatan yang menyenangkan. Tak heran kalau ada orang yang hobi belajar hingga bisa memiliki deretan gelar akademik di belakang namanya.
Bisa menempuh pendidikan di bangku kuliah bukanlah perkara mudah. Banyak tenaga, waktu dan biaya yang harus dikerahkan demi bisa menyandang gelar sarjana. Tapi ternyata banyak juga yang ketagihan belajar sampai bisa mengoleksi gelar akademik.

Seperti Welin Kusuma yang memiliki 32 gelar akademik, kemudian ada juga Achmad Tarmizi yang punya 11 gelar akademik dan 72 gelar non-akademik sehingga menjadikannya tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

Baca Juga : 6 Universitas di Indonesia dengan Rumah Sakit Sendiri, Kamu Incar yang Mana?

Berikut beberapa orang yang memiliki gelar akademik terbanyak di Indonesia:
1. Achmad Tarmizi, 11 gelar akademik dan 72 gelar non akademik
Dilansir dari situs resmi Kabupaten OKU (27/6) Achmad Tarmizi saat ini berprofesi sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. Ia adalah pejabat pemerintah yang memiliki gelar terbanyak. Saat ini Achmad Tarmizi menyandang 11 gelar akademik dan 72 gelar non-akademik. Total ia memiliki 83 gelar.

Dengan gelarnya ini, ia dinobatkan sebagai orang dengan gelar terbanyak di Indonesia. Bahkan namanya tercatat dalam MURI sebagai Sekretaris Daerah yang memiliki gelar terbanyak.

Untuk bisa mendapatkan gelar sebanyak ini tentu tidak mudah. Achmad Tarmizi mengikuti seluruh kegiatan belajar karena ia sangat mencintai dunia pendidikan. Prosesnya pun diakui sangat sulit dan ketat.

Gelar lengkap yang diperoleh adalah Dr. Drs. Ir. H. Achmad Tarmizi, SE, SH, ST, MT, M.Si, MH, M.Pd, Ph.D (HC), CH, CHt, CHA, NNLP Pract, M.NNLP, CT.NNLP, CPHCM, HCBP, HCMP, CNHRP, CNPSP, CT.NPS, CHMP, CT.HM, CHLP, CT.HL, CHSP, CT.HS, CNSPP, CT.NSP, CNBLP, CT.NBL, CNSHP, CT.NSH, CNSCP, CT.NSC, CHPP, CT.HP, CNTP, CNICP, CT.NIC, CRBC, AWP, QWP, CTOT, CHRMP, C.SH, IPU, C. STMNI. Int’l, CPS, CPSP, CLA, C.PW, CSHWP, C.IB, CTAP, RFP, CPR, C.MARCOM, C.HRD, C.NLMOR, C.FH., CMFH, C.MMI., CT.MMI, CT-ALC, C.MGR, CSS.ALC, C.Pst, C.Ext, C.Hs, C.IT, C.AT, C.ME, C.Spk, C.CC, C.LA-ALC, C.LSc, CRBD, CT.NHT, CT.NHR, ASEAN Eng.

Karena terlalu panjang, Achmad Tarmizi biasanya hanya mencantumkan 11 gelarnya saja. Ia pun hafal dan bisa menuliskan namanya lengkap dengan gelarnya.

2. Yenita, 13 gelar akademik
Perempuan bernama Yenita juga menjadi orang dengan gelar terbanyak di Indonesia. Yenita berhasil meraih 13 gelar akademik yang ia dapatkan dari berbagai kampus ternama di Indonesia.

Yenita saat ini berprofesi sebagai dosen jurusan Ekonomi di Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara (Untar). Dari 13 gelar ini, secara rinci Yenita meraih satu gelar sarjana, 10 gelar master dan dua gelar doktor.

Pada 2019 lalu, Yenita memperoleh rekor sebagai Perempuan dengan Gelar Master Terbanyak. Dari beberapa gelar tersebut, terdapat tiga gelar yang dinyatakan lulus dengan IPK 4 atau sempurna, sembilan gelar memperoleh cumlaude, dan enam kali menjadi lulusan terbaik.

Secara lengkap, gelar yang diperolehnya adalah Dr. Dr. Yenita, S.E., M.M., M.B.A., M.Si., M.T., M.H., M.Pd., M.Ak., M.E., M.I.Kom., M.M.S.I.

3. Welin Kusuma, 32 gelar akademik
Welin Kusuma juga termasuk orang yang terkenal memiliki gelar akademik terbanyak di Indonesia. Dilansir dari situs resmi UT (27/6) pria yang kini berusia 41 tahun ini tercatat memiliki 32 gelar akademik.

Welin punya hobi unik yakni belajar. Hobi ini yang mengantarkannya menjadi orang dengan gelar terbanyak di Indonesia. Selama menempuh pendidikan, Welin mengaku menggunakan biaya sendiri dan ada beberapa yang dibiayai beasiswa.

Gelar lengkap yang diperolehnya adalah Welin Kusuma, ST, SE, S.Sos., SH., S.Kom., SS., S.AP, S.Stat., S.Akt, S.IKom., S.IP, M.T., M.SM., M.Kn., RFP-I, CPBD, CPPM, CFP, Aff.WM, BKP, QWP, CPHR, ICPM, AEPP, CBA, CMA, CPMA, CIBA, CBV, CERA, CSA, ACPA.

4. Franz Astani, 11 gelar akademik
Orang selanjutnya yang juga hobi belajar dan mengoleksi gelar akademik adalah Franz Astani. Ia memiliki 11 gelar akademik dari berbagai disiplin ilmu. Dari gelar akademik yang dimiliki ini ia juga pernah meraih rekor MURI pada 2005 lalu untuk kategori gelar terpanjang di Indonesia.

Kini Franz Astani berprofesi sebagai Notaris dan PPAT dengan gelar terbanyak. Sebelumnya, Ia juga sempat mencalonkan diri sebagai Rektor dari Universitas Indonesia pada tahun 2012 dan Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila. Gelar lengkap yang diperolehnya adalah Dr. Dr. Ir Franz Astani, SH, SpN, M.Kn, SE, MBA, MM, M.Si, CPM.

5. Mochamad Achsin, 14 gelar akademik
Mochamad Achsin adalah seorang dosen Universitas Brawijaya dengan gelar terbanyak. Saat ini ia memiliki 14 gelar akademik yang tentu saja diraihnya dengan perjuangan yang berat.

Achsin berhasil memperoleh delapan gelar akademik dan tiga gelar profesi. Ia merupakan seorang dosen ekonomi di Universitas Brawijaya Malang. Saat ini, Achsin masih aktif di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya, Malang.

Adapun gelar lengkap yang diperolehnya adalah Dr. Dr. Mochammad Achsin SE, SH, MM, M.Kn, M. Ec. Dev, M.Si, Ak, CA, CPA. Seluruh gelar tersebut berhasil diperoleh melalui tiga universitas, yaitu Universitas Brawijaya, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Muhammadiyah Malang.

Cara Cek Hasil PPDB Jabar 2022 Tahap 1, Diumumkan Jam 14.00 Hari Ini

Hasil penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB Jabar 2022 tahap I akan diumumkan hari ini, Senin (20/6/2022). Saat ini menu Hasil Seleksi pada portal PPDB Jabar masih ditutup.
“Hasil seleksi PPDB Jabar Tahap 1 akan diumumkan pada hari Senin, 20 Juni 2022 pukul 14.00 WIB,” bunyi pengumuman pada situs ppdb.disdik.jabarprov.go.id

Pengumuman tahap pertama diperuntukkan untuk jenjang SMA-SMK jalur afirmasi, pindah tugas, prestasi nilai rapor, dan prestasi ajang lomba. Tahap ini juga untuk jenjang SMK prioritas terdekat, persiapan kelas industri, serta jenjang SLB.

Baca Juga : Erick Thohir : Universitas Diharapkan Jadi Think Thank Berinovasi

Cara Cek Hasil PPDB Jabar 2022 Tahap 1
Pengumuman hasil seleksi dapat dicek di sekolah tujuan atau situs PPDB Jabar 2022. Caranya adalah sebagai berikut:

1. Buka laman https://ppdb.disdik.jabarprov.go.id/
2. Pilih wilayah tujuan PPDB pada menu Beranda
3. Setelah sampai pada laman Cadisdik yang dituju, pilih menu Hasil Seleksi
“Kalian bisa mengambil hasil pengumumannya ke sekolah tujuan (sekolah tempat mendaftar) atau bisa dilihat di website PPDB di https://ppdb.disdik.jabarprov.go.id,” tulis akun Disdik Jabar dalam akun Instagram resminya, dikutip Senin (20/6/2022).

Selain itu, pengumuman PPDB Jabar 2022 tahap 1 dapat dicek melalui akun siswa. Jika selanjutnya calon siswa baru dinyatakan diterima, maka beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan adalah bentuk asli sekaligus fotokopi kelengkapan identitas.

Dokumen identitas ini meliputi Kartu Keluarga, bukti pendaftaran, dan lainnya. Di samping itu, calon murid baru yang bersangkutan juga perlu mencari informasi lebih lanjut di sekolah yang dilamar.

“Siapkan berkas berkas asli dan fotocopy seperti KK, bukti pendaftaran dan lain lain, info lebih lanjut oleh sekolah tujuannya, ” ungkap akun Disdik Jabar merespons pertanyaan netizen.

Berikutnya, tahap kedua PPDB Jabar 2022 akan dilakukan tanggal 23-30 Juni 2022. Pada tahap yang kedua ini akan dibuka jalur zonasi jenjang SMA dan jalur prestasi nilai rapor umum SMK.

Jadwal Libur Panjang Kenaikan Kelas 2022, Mulai Kapan?

Jadwal libur panjang kenaikan kelas 2022 segera dinikmati siswa. Liburan dimulai setelah semester genap tahun ajaran 2021/2022 dinyatakan selesai. Penilaian Akhir Semester (PAS) berakhir Jumat (18/6/2022).
Sebelum libur, siswa diminta memperbaiki tugas yang belum selesai atau mengikuti Porsenitas (Pekan Olahraga dan Seni antar Daerah Perbatasan). Keduanya bergantung pada kebijakan di tiap sekolah.

Setelah itu pada 24 Juni diadakan pembagian rapor satu tahun pembelajaran. Libur akhir semester genap disebutkan akan dimulai pada 27 Juni mendatang. Durasi libur sekolah berbeda pada tiap daerah.

Baca Juga : Daftar 13 PTN Indonesia Terbaik QS WUR 2023, UGM Nomor 1 Disusul ITB & UI

Sekolah di Jakarta dan Yogyakarta akan mulai libur panjang dari 27 Juni-9 Juli 2022. Kemudian sekolah di Jawa Barat dan Jawa Timur memiliki durasi 27 Juni-17 Juli 2022.

Agar tidak salah jadwal, ayo cek jadwal libur panjang kenaikan kelas 2022 tahun pelajaran 2021/2022 di bawah.

A. Jadwal Libur Panjang Kenaikan Kelas 2022 DKI Jakarta
Penilaian akhir tahun: 13-17 Juni 2022
Penyerahan rapor belajar: 24 Juni 2022
Libur akhir semester genap: 27 Juni-9 Juli 2022.

B. Jadwal Libur Panjang Kenaikan Kelas 2022 Jawa Barat
Prakiraan penilaian akhir tahun: 6-18 Juni 2022
Penetapan rapor semester genap dan penentuan kelulusan pelajar kelas terakhir: 24 Juni 2022
Pembagian rapor semester genap: 24 Juni atau 25 Juni 2022
Libur akhir semester genap: 27 Juni-17 Juli 2022.

C. Jadwal Libur Panjang Kenaikan Kelas 2022 Yogyakarta
Penilaian akhir tahun: 10-16 Juni 2022
Porsenitas: 20-23 Juni 2022
Pembagian laporan hasil belajar (kenaikan kelas): 24 Juni 2022
Libur akhir tahun pelajaran 2021-2022: 25 Juni-9 Juli 2022.

D. Jadwal Libur Panjang Kenaikan Kelas 2022 Jawa Timur
Penyerahan rapor semester genap: 25 Juni 2022
Libur akhir semester genap: 27 Juni-17 Juli 2022
Jadwal Libur Panjang Sekolah 2022 Bali
Penyerahan rapor semester genap: 3-4 Juni 2022
Libur khusus: 6-11 Juni 2022
Libur akhir semester genap: 13-25 Juni 2022
Libur akhir tahun pelajaran: 27 Juni-9 Juli 2022.

Selain akhir semester genap atau kenaikan kelas, masih hari libur nasional yang bisa dinikmati para siswa. Jadwal libur berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menteri Nomor 963 Tahun 2021, Nomor 3 Tahun 2021, Nomor 4 Tahun 2021 tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022.

Jadwal Libur Nasional Juli-Desember 2022
Sabtu, 9 Juli 2022: Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah
Sabtu, 30 Juli 2022: Tahun baru Islam 1444 Hijriah
Rabu, 17 Agustus 2022: Hari Kemerdekaan Republik Indonesia
Sabtu, 8 Oktober 2022: Maulid Nabi Muhammad SAW
Minggu, 25 Desember 2022: Hari Raya Natal.

Nah, itulah jadwal libur panjang kenaikan kelas 2022 dan libur nasional.

Sekolah Swasta atau Negeri? Mana yang Lebih Baik?

Bicara mengenai sekolah swasta ataupun negeri selalu menjadi topik yang menarik sejak lama. Tentu saja mau dimana pun selalu ada plus dan minus nya.

Dilema ini sering dialami juga oleh setiap orang tua yang ingin menyekolahkan anak-anaknya. Perbedaan yang paling terlihat adalah dari segi biaya tentunya.

Namun, bagaimana dari segi fasilitas, pertemanan, kualitas mengajar, dll? Belum tentu loh swasta dengan segala fasilitasnya lebih baik. Begitupun sebaliknya, belum tentu juga sekolah negeri lebih baik dari swasta. Kita bedah satu-satu yuk keunggulan dan kekurangan dari masing-masing sekolah!

1. Fasilitas Sekolah

Jika dilihat dari fasilitas, sekolah swasta jauh lebih unggul karena didukung dengan biaya yang lebih besar. Dari bangku, papan tulis, LCD projector, dan fasilitas olahraga, sekolah swasta memiliki fasilitas yang lebih lengkap.

Banyak pula sekolah swasta yang memiliki fasilitas kolam renang dan lapangan dari beberapa cabang olahraga. Bagaimana dengan fasilitas di sekolah negeri? Kebanyakan sekolah negeri hanya memiliki satu lapangan yang multifungsi.

Lapangan sepak bola, basket, voli, dan sebagainya dapat dilakukan di satu lapangan tersebut. Biasanya juga kelas-kelas di sekolah negeri belum memiliki pendingin atau AC (Air Conditioner).

Tetapi keunggulannya adalah sejak program mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono, sekolah negeri saat ini bebas dari biaya semester atau gratis.

2. Jumlah Siswa

Jumlah siswa sekolah negeri dan swasta jelas terlihat. Saat ini peminat dari sekolah negeri pun lebih banyak dari swasta, sehingga jumlah siswa dan kelas yang ada di sekolah negeri lebih banyak.

Sekolah swasta biasanya membatasi jumlah siswa dan kebanyakan hanya dua puluh siswa dalam satu kelas. Hal ini diharapkan para siswa dan siswi akan lebih fokus jika jumlah siswa di dalam kelas lebih sedikit, dan juga membuat para guru lebih memahami karakter dari murid-muridnya.

Siswa siswi di sekolah negeri pun juga lebih beragam dan dari berbagai kalangan. Sedangkan sekolah swasta karena biaya yang lebih mahal terkadang hanya diminati oleh kalangan menengah ke atas. Sehingga para siswa di sekolah negeri akan meningkatkan rasa toleransi dan juga cocok untuk anak-anak yang ingin memperbanyak teman.

3. Cara Pengajaran

Berbeda dari sekolah negeri, sekolah swasta biasanya memiliki kurikulum yang diatur oleh yayasan. Cara belajarnya pun lebih menggunakan sistem diskusi serta mengajak para siswa untuk menyuarakan pendapat dengan bebas.

Selain itu, para guru yang sudah mengenal kemampuan murid-muridnya kadang membuat kelompok untuk para siswa saling mengajari satu sama lain. Kekurangannya adalah motivasi untuk belajar mandiri di sekolah swasta kadang tidak setinggi siswa di sekolah negeri.

Sedangkan di sekolah negeri, kurikulum yang digunakan adalah dari pemerintah dan mengacu pada sistem pendidikan nasional. Karena muridnya lebih banyak, guru kadang hanya menjelaskan suatu materi di papan tulis dan tidak terlalu mengenal para siswa.

Hal ini menuntut siswa untuk lebih mandiri dalam belajar. Terkadang juga banyak siswa sekolah negeri yang mengambil kursus atau les di luar jam belajar di sekolah untuk lebih memahami materi dan mengejar ketertinggalan.

Itulah beberapa perbedaan sekolah swasta dan negeri yang memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Untuk itu sebelum memilih sekolah, para orang tua sebaiknya mencari tau lebih dalam dan mengenal karakter anak, sehingga mengetahui apa yang tepat untuk anak-anaknya.

Tetapi dimanapun kita belajar, semuanya kembali pada diri kita sendiri. Tidak ada yang berbeda jika ada kesadaran dalam diri untuk menambah wawasan dan memperdalam kemampuan kita.